[Movie Review] Art Idol


Judul Film: Art Idol
Genre: Drama komedi
Cast: Chonkan Poonsiriwong, Kornkamol Chareonchai, Marut Manakul, Pilasinee Pichaikulworasiri, dan lainnya
Sutradara: Ekkasit Sompetch
Tahun Rilis: 2011
***
Sebagai penggemar film bergenre drama komedi, tentu saja film-film Thailand jadi kontributor utama untuk saya tonton. Kali ini saya memutuskan menonton Art Idol berkat ketertarikan saya dengan animasi di bagian opening filmnya.


Art sedang menciptakan karya perdananya

Tersebutlah Art (Chonkan Poonsiriwong), pemuda yang baru saja lulus SMA dan tidak lolos seleksi penerimaan mahasiswa universitas. Sementara Foon (Kornkamol Chareonchai), tetangga sekaligus kawannya sejak kecil diterima di universitas favorit pilihannya. Bingung lantaran tak tahu harus berbuat apa sekaligus tak tahu bakat apa yang dimilikinya, ia mulai mencari-cari.

Dibantu oleh Foon, Art mencari institut lainnya. Sampai suatu hari di sebuah pameran kesenian, ia terpesona oleh kecantikan seorang gadis yang mengatakan bahwa seni itu merupakan hal yang keren. Sadar dengan ucapan tersebut, Art yang gila sanjungan dan popularitas akhirnya memutuskan untuk mempelajari seni karena ia meyakini dengan begitu ia mampu menggaet wanita-wanita cantik.


Foon yang tau betul dengan sifat Art yang mudah bosan akan hal-hal baru tentu saja meragukannya. Namun Art tak menggubris. Ia pun mendatangi Mo (Marut Manakul), artmaker terkenal yang sedang naik daun kala itu untuk belajar seni khusus darinya. Mo yang merasa dirinya orang penting malah menolak Art mentah-mentah.

Foon tinggal di kediaman tepat sebelah rumah Art. Keluarganya mempekerjakan seorang asisten rumah tangga yang ayu nan molek bernama Hin. Karyawan tekstil ayah Art sampai kepincut dengan pesona Hin. Bahkan Mo yang sempat melintas di depan rumah Foon juga terpana. Art yang menangkap sosok Mo di dekat rumahnya langsung menghampiri. Berkat hal itu, Mo langsung berubah pikiran dan menerima Art sebagai muridnya. Bahkan ia tak segan-segan mengantar Art pulang guna menjumpai sosok Hin.

Hari pertama Art belajar di art studio milik Mo belum membuahkan hasil. Ia malah disuruh pulang. Esok harinya Art kembali datang, ia malah disuruh belajar kepada rekan profesinya; Mai dan Mac. Kesulitannya disebabkan dua artist ini berbeda aliran seni. Mai hidup dan terinspirasi dari alam sedang Mac lebih menyukai kecanggihan teknologi nan modern. Namun yang membuat Art betah berada di studio adalah adanya keberadaan Mee (Pilasinee Pichaikulworasiri), gadis cantik yang ditemuinya di pameran kesenian yang ternyata merupakan adik Mo. Selanjutnya, ia sendiri semangat mempelajari seni hingga menciptakan sebuah masterpiece.

Art belajar kepada Mai
Sejak Art menjadi murid Mo, intensitas waktu yang dihabiskan bersama dengan Foon jadi berkurang. Akhirnya di pameran kesenian 3M (Mo, Mai, Mac) Art berkesempatan mengundang Foon datang ke acaranya. Di sana tentu ia bertemu dengan Mee dan malah bermesra-mesraan dengannya lalu tanpa sadar meninggalkan Foon sendiri. Foon yang sejak lama menyimpan perasaan pada Art jelas langsung patah hati. Ia pun pulang ke rumah tanpa pamit pada Art. Baru pada larut malam Art menemui Foon. Tapi yang terjadi malah pertengkaran sengit berkat keduanya sama-sama keras kepala tak mau disalahkan. Art pun sakit hati saat Foon mengatakan bahwa karyanya tidak lebih hebat dari Mo, bahkan menjiplaknya.

Art bersama Mee
Hari-hari selanjutnya malah menjadi buruk bagi Art. Mee ternyata mencintai orang lain. Lalu Mo, yang cintanya ditolak oleh Hin langsung mencaci-maki Art dan mengusirnya pergi, karena karya Art memang tak ada bedanya dengan punya Mo. Art jadi kehilangan semangat. Di tengah kepiluan itu, ia akhirnya mencoba menjahit seperti yang dilakukannya sewaktu kecil, meniru bisnis yang dilakukan ayahnya. Ia membuat sesuatu untuk hadiah ulang tahun Foon yang malah lewat dari batas tenggat, namun berhasil membuat Foon terharu dan memaafkannya.

Mo memarahi Art
Puncaknya, ia dimintai bantuan oleh Mee gara-gara di suatu perhelatan acara yang mengundang 3M, para artmaker itu hilang entah kemana. Art yang awalnya sempat ragu, akhirnya mengabil kesempatan itu. Beruntung, ia mampu menampilkan sebuah karya seni yang merupakan dirinya sesungguhnya.

The end
Film ini mengambil tema kehidupan remaja yang ringan konflik, sangat mudah bagi kita mengikuti alur ceritanya. Bagi kamu yang belum terbiasa menonton film Thailand, berusahalah untuk menetralkan selera humor karena bila tidak, kamu tidak bisa terhanyut dalam atmosfernya.

Yang menarik dari film ini ada adegan tari-tari India yang biasa digunakan untuk memarodikan kisah percintaan. Ternyata tak hanya Indonesia yang akrab dengan parodi tersebut, melainkan Thailand juga. Maklumlah, kiranya dampak film Bollywood telah mewabah ke seluruh penjuru Asia.


Ada kekurangan kecil bagi saya di bagian ending yang bagi saya bukanlah suatu yang menakjubkan. Pengembang ide cerita haruslah menggantinya dengan atraksi yang lebih menarik dari apa yang sudah menjadi gaya khas tokoh lawannya.

Film ini cocok ditonton oleh remaja karena lingkup pergaulan dalam film ini melulu di segmen tersebut. Buat kamu pemburu drama komedi, ayo diserbu!

Rating :

Komentar

  1. menarik tuh movie nya ,.,,,, jadi pengin liat ,,,, :)

    Salam Sukses Mulia ,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Fiu, mari ditonton. hehe
      Terim kasih sudah berkunjung ya. :)

      Hapus
  2. Hmm, jd penasaran, kepengen liat :)

    BalasHapus
  3. hhhmmmm nice review sist, bermanfaaat neh.................
    ========================
    rahasia ternak kelinci yg maknyus

    BalasHapus
  4. saya tertarik lihat pemerannya. Kayaknya kok, ada yang cakep, ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, kalo ada yang cakep bikin semangat ya. Tapi lebih cakep yang di ATM Error :D

      Hapus
  5. Gokil juga nih film wkwkwk
    Next time review film suckseed dong kak :D

    BalasHapus
  6. Bagus ini film gokil tpi sayang endingnya kurang greget

    BalasHapus

Posting Komentar

When you leave a footstep, you've connected our link :)){}

Postingan Populer